Sirkulasi udara yang baik penentu keberhasilan usaha Broiler



Kampanye pemanasan global yang genjar di suarakan sejak 2015 lalu memang membuat banyak orang panik, tak terkecuali para peternak ayam broiler, baik media cetak maupun elektronik bertebaran foto-foto kebakaran hutan, sungai mengering, danau surut, suhu udara yang extrim dan yang lainya.

Faktanya hal ini benar terjadi sejak tahun 2015 kemarin suhu udara terasa semakin panas menyiksa, bayangkan saja suhu udara diluar ruangan bisa mencapai 35-37 dejad celcius.
padahal suhu udara yang ideal dibutuhkan ayam broiler dewasa adalah 23-27 derajad.
selain itu kwalitas udara yang kian memburuk akibat polusi udara dari kendaraan bermotor, polusi pabrik dan juga polusi dari pembakaran sampah rumahtangga juga menjadi rentetan polusi udara yang ada di bumi kita ini.  

Udara merupakan salah satu elemen yang sangat vital dalam budidaya ayam broiler.
karena kwalitas udara yang baik akan sangat berpengaruh pada performance ayam broiler, hal tersebut mengingat daya tahan tubuh ayam broiler dari tahun ke tahun semakin menurut akibat dari proses rekayasa genetika yang dilakukan guna mendapatkan pertumbuhan daging yang cepat.

Ada dua sistim pemeliharaan ayam broiler berdasarkan konstruksi kandang yakni pemeliharaan ayam broiler dengan sistem close house atau kandang tertutup dan yang kedua pemeliharaan ayam broiler sistem open house atau kandang terbuka.

Dari kedua sistem pemeliharaan ini tentunya berbeda dalam penangananya mengenai pengaturan sirkulasi udara yang ada di dalam kandang.

Dengan sistem close house kwalitas udara bisa diatur sesuai kebutuhan umur ayam broiler. tentunya dengan alat-alat yang pastinya serba otomatis, sedangkan kandang open house pengaturan sirkulasi udara harus dengan cara manual dan suhu udara di dalam kandang juga sebagian besar mengandalkan kondisi alam disekitar.

Suhu udara yang teralu panas akan berdampak pada keadaan dimana ayam broiler akan mengalami heat stress atau stress panas.
tanda tanda ayam mengalami heat stress adalah nafsu makan menurun, panting (bernafas melalui mulut) dan jantung pecah karena suhu yang terlalu tinggi.

Baca Juga : 

Sedangkan jika suhu terlalu dingin maka ayam broiler akan banyak makan untuk mempertahankan suhu tubuhnya sehingga akibatnya FCR akan membengkak, karena asupan nutrisi akan dirubah oleha ayam menjadi energi panas.

Udara juga bisa menjadi faktor penyebab terjadinya suatu penyakit, karena dalam kondisi udara tertentu bibit penyakit bisa berkembang biak dengan baik, hal ini berkaitan juga dengan kelembaban udara.

Ayam broiler juga sangat rentan terhadap bau amonia yang disebabkan oleh kotoran di bawahnya. jika tidak dilakukan pengendalian amonia maka bisa terjadi kondisi dimana ayam broiler akan mudah terserang penyakit.

untuk mengatasi hal tersebut diatas peternak hendaknya memperbaiki segala sesuatu yang berpengaruh terhadap kwalitas udara yang ada di dalam kandang, dengan cara memasang kipas atau blower sesuai kebutuhan yang diinginkan ayam, buka tutup tirai dan juga menjaga lingkungan disekitar kandang agar tetap bersih dan sehat.


Post a Comment

Previous Post Next Post